TEMULAWAK
(Curcuma xanthorrhiza Roxb.)
Aneka Nama
Temulawak (Curcuma
xanthorrhiza Roxb.), temu putih (Indonesia), temulawak (Jawa), koneng gede
(sunda), temulabak (Madura) merupakan
tumbuhan tahunan yang hidup berumpun dan berbatang semu dan berupa gabungan
beberapa pangkal daun yang terpadu. Tiap batang memiliki 2-9 helai daun,
bunganya berukuran pendek dan lebar, warna putih atau kuning tua dan pangkal
bunga berwarna ungu.
Banyak
ditemukan di butan-hutan daerah tropis di tanah tegalan sekitar pemukiman,
terutama pada tanah gembur, sehingga buah rimpangnya mudah berkembang menjadi
besar. Temulawak termasuk jenis tumbuh-tumbuhan herbal yang batang pohonnya
beerbentuk batang semu dan tingginya dapat mencapai 2 meter. Daunnya lebar dan
pada setiap helaian dihubungkan dengan pelepah dan tangkai daun yang agak
panjang. Temulawak mempunyai bunga yang berbentuk unik (bergerombol) dan
berwarna kuning tua. Daerah tumbuhnya selain didataran rendah juga dapat tumbuh
baik sampai pada ketinggian tanah 1.500 m dpl.
Kandungan Kimiawi
Rimpang
temulawak sejak lama dikenal sebagai bahan ramuan obat. Aroma dan warna khas
dari rimpang temulawak adalah berbau tajam dan daging buahnya berwarna
kekuning-kuningan. Di dalamnya terkandung protein, pati, zat warna kuning
kurkuminoid dan minyak atsiri. Kandungan kimia minyak atsirinya antara lain,
feladren, kamfer, turmerol, tolilmetilkarbinol, arkurkumen, zingiberen,
kuzerenon, germakron, β- tumeron, dan xanthorizol (kandungan tertinggu 40%).
Icon Indonesia
Di antara sekian
banyak tumbuhan yang terdapat di Indonesia, temulawak merupakan tumbuhan yang
banyak digunakan untuk obat atau bahan obat, hingga beberapa tahun berselang
temulawak diresmikan jadi primadona tumbuhan obat Indonesia seperti halnya
ginseng untuk Korea.
Uji Klinis
Berdasar hasil
penelitian, ekstrak temulawak sangat manjur untuk pengobatan penyakit hati. Di
samping itu, juga sudah terbukti bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah
dan sel hati. Semua khasiat itu karena adanya kandungan kurkumin, yakni zat
yang berguna untuk menjaga dan menyehatkan hati atau lever atau istilah
medisnya hepatoprotektor. Tidak heran, sebab komposisi kimia dari rimpang
temulawak adalah protein pati sebesar 29-30%, kurkumin 1-2%, dan minyak
atsirinya antara 6-10%.
Penggunaan
Di Aceh dikenal
dengan nama kunyit ketumbu, rimpangnya digunakan dalam ramuan untuk penambah
darah atau untuk mengatasi malaria. Masyarakat etnis Sakai di Bengkalis, Riau,
menggunakan rimpang temulawak untuk penambah nafsu makan, sedangkan masyarakat
Tatar Sunda untuk mengobati sakit kuning dan mengatasi gangguan perut kembung.
Etnis Jawa menggunakannya sebagai obat mencret. Masyarakat Bali menggunakannya untuk
mengatasi gangguan lambung perih dan kembung, sedangkan masyarakat etnis Madura
sebagai oabat keputihan. Komunitas penggemar jamu gendong menggunakan godongan
rimpang temulawak sebagai penguat dayatahan tubuh dari serangan penyakit.
Masyarakat
Jawa Tengah baisanya memberikan ramuan ini kepada anak-anak yang susah makan,
sebab disinyalir ramuan temulawak dapat meningkatkan nafsu makan. Bahkan
dipercaya juga sebagai jamu yang memperlambat proses penuaan, menghilangkan
flek hitam di wajah serta menjaga kelenturan tubuh. Perempuan sehabis
melahirkan disarankan meminumnya, begitu menurut kepercayaan masyarakat Jawa.
Secara klinis, khasiat tumbuhan asli Indonesia ini bisa dipertanggungjawabkan
kebenarnnya. Temulawak memiliki kandungan minyak atsiri yang memang
membangkitkan selera makan, membersihkan perut, memperlancar ASI.
Penggunaan
temulawak secara tradisional dapat dipilih menjadi beberapa aktivitas menonjol,
misalnya gangguan pencernaan, mengobatin sakit kuning, keputihan, malaria atau
meningkatkan daya tahan tubuh/memelihara kesehatan.
Fitofarmaka
Industri obat
sudah memasarkan temulawak sebagai fitofarmaka (kurkumin) dikembangkan sebagai
hepatoprotektor, antiulser, antiinflamasi, antidiare, antimalaria,
imunomodulator, antikanker, dan sediaan minuman kesehatan.
Buku Sumber : Tanaman Obat Indonesia
Penulis : Prof. H. Azwar Agoes,DAFK,Sp.FK(K)
Penerbit : Salemba Medika
Halaman : 99-102

Tidak ada komentar:
Posting Komentar